[right-side]




Dibawah ini saya berikan sebuah source code program menu garis berbasis OpenGL menggunakan bahasa pemogramman C++.


[code type="OpenGL C++"]
/*
 * Copyright (c) 2018 Wisnu Dwi Pamungkas. All rights reserved.
 *
 * THE SOFTWARE IS PROVIDED "AS IS", WITHOUT WARRANTY OF ANY KIND, EXPRESS OR
 * IMPLIED, INCLUDING BUT NOT LIMITED TO THE WARRANTIES OF MERCHANTABILITY,
 * FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE AND NONINFRINGEMENT. IN NO EVENT SHALL THE
 * AUTHORS OR COPYRIGHT HOLDERS BE LIABLE FOR ANY CLAIM, DAMAGES OR OTHER
 * LIABILITY, WHETHER IN AN ACTION OF CONTRACT, TORT OR OTHERWISE, ARISING
 * FROM, OUT OF OR IN CONNECTION WITH THE SOFTWARE OR THE USE OR OTHER
 * DEALINGS IN THE SOFTWARE.
 *
 * By Wisnu Dwi Pamungkas
 */

#include <iostream>
#include <windows.h>
#include <gl/glut.h>
#include <stdlib.h>
#include <cstdlib>
#include <conio.h>


using namespace std;

void vertikal()
{
    float yver, ytii, xkal;

    cout << "- Program OpenGl - Garis Vertikal - \n\n";
    cout << "       Ketentuan / Syarat : \n";
    cout << " 1. Nilai Y Awal (Y0) & Nilai X Tetap = 0\n";
    cout << " 2. Nilai Y Akhir (Y1) tidak boleh angka 0\n";
    cout << "\n";
    cout << "---> Masukan Nilai Y Awal  (Y0) : "; cin >> yver;
    cout << "---> Masukan Nilai Y Akhir (Y1) : "; cin >> ytii;
    cout << "---> Masukan Nilai X Tetap      : "; cin >> xkal;

    if (yver != 0 or xkal != 0)
    {
        cout << "\n 404...ERROR!!! Gambar Garis Vertikal tidak muncul";
        cout << "\n Dikarenakan...";
        cout << "\n Nilai Y Awal (Y0) atau Nilai X Tetap yang dimasukan tidak sesuai dengan syarat (tidak=0)!";
        cout << "\n Atau Nilai Y Akhir (Y1) = 0";
    }

    glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
    glColor3f(0.0, 0.0, 1.0);
    glBegin(GL_LINES);
    glVertex3f(xkal+0.5 , yver+0.5 , 0.0);
    glVertex3f(xkal+0.5 , ytii+0.5 , 0.0);
    glEnd();
    glFlush();
}

void horizontal()
{
    float xhori, xzon, ytal;

    cout << "- Program OpenGl - Garis Horizontal - \n\n";
    cout << "       Ketentuan / Syarat : \n";
    cout << " 1. Nilai X Awal  (X0) & Nilai Y Tetap = 0\n";
    cout << " 2. Nilai X Akhir (X1) tidak boleh angka 0\n";
    cout << "\n";
    cout << "---> Masukan Nilai X Awal  (X0) : "; cin >> xhori;
    cout << "---> Masukan Nilai X Akhir (X1) : "; cin >> xzon;
    cout << "---> Masukan Nilai Y Tetap      : "; cin >> ytal;

    if (xhori != 0 or ytal != 0)
    {
        cout << "\n 404...ERROR!!! Gambar Garis Horizontal tidak muncul";
        cout << "\n Dikarenakan...";
        cout << "\n Nilai X Awal (X0) atau Nilai Y Tetap yang dimasukan tidak sesuai dengan syarat (tidak=0)!";
        cout << "\n Atau Nilai X Akhir (X1) = 0";
    }

    glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
    glColor3f(1.0, 0.0, 1.0);
    glBegin(GL_LINES);
    glVertex3f(xhori+0.1 , ytal+0.1 , 0.0);
    glVertex3f(xzon+0.1 , ytal+0.1 , 0.0);
    glEnd();
    glFlush();
}

void diagonal()
{
    float xdii, yaaa, xgoo, ynal;

    cout << "- Program OpenGl - Garis Diagonal - \n\n";
    cout << "       Ketentuan / Syarat : \n";
    cout << " 1. Nilai X Awal  (X0) & Nilai Y Awal (Y0) = 0\n";
    cout << " 2. Nilai X Akhir (X1) & Nilai Y Akhir (Y1) tidak boleh angka 0\n";
    cout << "\n";
    cout << "---> Masukan Nilai X Awal  (X0) : "; cin >> xdii;
    cout << "---> Masukan Nilai Y Awal  (Y0) : "; cin >> yaaa;
    cout << "---> Masukan Nilai X Akhir (X1) : "; cin >> xgoo;
    cout << "---> Masukan Nilai Y Akhir (Y1) : "; cin >> ynal;

    if (xdii != 0 or yaaa != 0)
    {
        cout << "\n 404...ERROR!!! Gambar Garis Diagonal tidak muncul";
        cout << "\n Dikarenakan...";
        cout << "\n Nilai X Awal (X0) atau Nilai Y Awal (Y0) yang dimasukan tidak sesuai dengan syarat (tidak=0)!";
        cout << "\n Atau Nilai X Akhir (X1) atau Nilai Y Akhir (Y1) = 0";
    }

    glPushMatrix();
    glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
    glColor3f(0.0, 0.0, 0.0);
    glBegin(GL_LINES);
    glVertex3f(xdii+0.5 , yaaa+0.5 , 0.0);
    glVertex3f(xgoo+0.5 , ynal+0.5 , 0.0);
    glPopMatrix();
    glEnd();
    glFlush();
}

void Initialize()
{
    glClearColor(0.5, 1.0, 0.0, 0.0);
    glMatrixMode(GL_PROJECTION);
    glLoadIdentity();
    glOrtho(0.0, 1.0, 0.0, 1.0, -1.0, 1.0);
}

int main(int iArgc, char** cppArgv)
{
    menu:
        int minput;

        cout << "\n\n";
        cout << "====== Menu Garis ====== \n";
        cout << "1. Garis Horizontal \n";
        cout << "2. Garis Vertikal \n";
        cout << "3. Garis Diagonal \n";
        cout << "4. Keluar dari program \n";
        cout << "Masukan Pilihan kamu [1...4] : "; cin >> minput;
        cout << "\n";
        glutInit(&iArgc, cppArgv);
        glutInitDisplayMode(GLUT_SINGLE | GLUT_RGB);
        glutInitWindowSize(500, 500);
        glutInitWindowPosition(600, 200);
        glutCreateWindow("Program Garis OpenGL dengan C++");
        Initialize();

         switch(minput)
        {
        case 1:
            glutDisplayFunc(horizontal);
            glutMainLoop();

            return 0;

        case 2:
            glutDisplayFunc(vertikal);
            glutMainLoop();
            return 0;

        case 3:
            glutDisplayFunc(diagonal);
            glutMainLoop();
            return 0;

        case 4:
            cout << "Terima Kasih...";
            return 0;

        default: cout << "Menu Garis yang kamu pilih tidak tersedia, mohon pilih kembali...! \n";
        goto menu;
        }
}

[/code]

Program menu garis horizontal, vertikal, dan diagonal menggunakan library OpenGL

 

[tooltip url="https://drive.google.com/file/d/1pmcksVH9Ge_uEY_2t27SOZiaZhpEHn2N/view" title="Program Menu OpenGL Garis Horizontal, Vertikal Dan Diagonal Dengan Codeblocks C++ "]Klik link ini untuk file pdf atau lihat secara online seperti dibawah[/tooltip]

[media width="640" height="840"]https://drive.google.com/file/d/1pmcksVH9Ge_uEY_2t27SOZiaZhpEHn2N/preview[/media]

Definisi

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) :

Image souce
Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.

Definisi lainnya :

H. A. Simon [1987]

[fquote]Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah-cerdas.
[/fquote]

Rich and Knight [1991]

[fquote]Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
[/fquote]

John McCarthy [1956]

[fquote]Untuk mengetahui dan memodelkan proses – proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.
[/fquote]

Encyclopedia Britannica

[fquote]Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
[/fquote]

Sejarah Artificial intelligence (AI)

Tahun 1950 –an Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika Inggris melakukan percobaan Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada teminal dengan software AI dan diujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tidak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang software AI. Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain.


Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).

Uji Turing : AI Bertindak Seperti Manusia (acting humanly)

Image source
AI lulus test apabila interrogator tidak bisa membedakan dialog mana yang dilakukan dengan komputer dan mana yang dilakukan dengan manusia.

Contoh AI

Kecerdasan Buatan Pada Aplikasi Komersial

Sistem pakar (expert system) : komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.


Pengolahan bahasa alami (natural language processing) : user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa indonesia, bahasa jawa, dll, contoh :
  • Pengguna sistem dapat memberikan perintah dengan bahasa sehari-hari, misalnya, untuk menghapus semua file, pengguna cukup memberikan perintah ”komputer, tolong hapus semua file !” maka sistem akan mentranslasikan perintah bahasa alami tersebut menjadi perintah bahasa formal yang dipahami oleh komputer, yaitu ”delete *.* <ENTER>”. 
  • Translator bahasa inggris ke bahasa indonesia begitu juga sebaliknya,dll, tetapi sistem ini tidak hanya sekedar kamus yang menerjemahkan kata per kata, tetapi juga mentranslasikan sintaks dari bahasa asal ke bahasa tujuan.
  • Text summarization : suatu sistem yang dapat membuat ringkasan hal-hal penting dari suatu wacana yang diberikan.

Pengenalan ucapan (speech recognition) : manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara. Contoh :
  • Memberikan instruksi ke komputer dengan suara.
  • Alat bantu membaca untuk tunanetra, mempunyai masukan berupa teks tercetak misalnya buku dan mempunyai keluaran berupa ucapan dari teks tercetak yang diberikan.


  • Konversi dari SMS (Short Message System) ke ucapan sehingga pesan SMS dapat didengar. Dengan demikian memungkinkan untuk mendengar pesan SMS sambil melakukan aktivitas yang menyulitkan untuk membacanya, seperti mengendarai mobil.

Robotika & sistem sensor - Sistem sensor pada mesin cuci yaitu menggunakan sensor optik, mengeluarkan cahaya ke air dan mengukur bagaimana cahaya tersebut sampai ke ujung lainnya. Makin kotor, maka sinar yang sampai makin redup. Sistem juga mampu menentukan jenis kotoran tersebut daki/minyak.Sistem juga bisa menentukan putaran yang tepat secara otomatis berdasarkan jenis dan banyaknya kotoran serta jumlah yang akan dicuci.

Image source

Computer vision : menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.

Image source


Intelligent computer-aided instruction : komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih & mengajar.
Contoh : Learn to speak English





Referensi

http://hendrik.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/23104/kecerdasanbuatanv2bab1-4.pdf




[youtube featured="1" src="IJKjMIU55pE"/]
[youtube featured="1" src="5J5bDQHQR1g"/]

AI (Artificial Intelligence)



Definisi Sistem Cerdas

Teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Teknologi dapat memengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk mengendalikan dan beradaptasi dengan lingkungan alami mereka. Sebagai contoh dapat kita lihat dalam teknologi informasi, teknologi pertanian, teknologi komunikasi, dan lainnya.


Sistem cerdas adalah kecerdasan buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau intelegensi yang dianggap sebagai IA didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Pada umumnya, sistem ini dianggap komputer. Kecerdasan yang diciptakan lalu nantinya akan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan manusia sehari-hari. Dapat kita simpulkan bahwa sistem cerdas ini sangat membantu dan memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Contoh bidang dalam sistem cerdas ini yaitu sistem pakar, robotika, dan lainnya.

Sistem cerdas juga biasa disebut sebagai sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kecerdasan Buatan (AI) adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Telah terbukti bahwa sudah banyak pemanfaatan kecerdasan buatan ini untuk membantu manusia seiring perkembangan jaman.

Sejarah Sistem Cerdas

Pada awal abad ke-17, Rene Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Lalu Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada tahun 1642. Pada abad ke-19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Mesin Penghitung Digital (1642)
Pada tahun 1950-an, Alan Turing seorang matematikawan dari Inggris, pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas (dikenal dengan Turing Test) seolah-olah mesin mampu merespon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Lalu adanya pula istilah kecerdasan buatan dimunculkan pertama kali pada tahun 1956 ketika John Mc Cathy dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan bahasa pemrograman LISP. Loghic Theorist(1956), dperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika. Kemudian ada Mesin Neural Network pertama oleh Marvin Minsky(1958).

Sad Sam, diprogran oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan. Lalu munculnya logika samar (1965) yang merupakan pelaksanaan konsep samar di atas system komputer. Ada ELIZA (1967) yang diprogram oleh Joseph Weizenbaum, yang mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. Setahun kemudian pada 1968 ada program Microworld dengan penciptaan proyek SHRDLU yang merupakan Expert System yang pertama.

Pada tahun 1972 muncul bahasa Prolog. Tiga tahun kemudian oleh John Holland mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika. Sistem catur AI mengalahkan manusia pada tahun 1991. Kemudian muncul robotika peranti mekanika yang diprogram untuk melakukan berbagai tugas.

Contoh Penerapan Teknologi Sistem Cerdas



[accordion]
[item title="Robot Cerdas Sophia"] Perkembangan teknologi makin hari semakin canggih. Menurut saya, dari sekian banyak pemanfaatan teknologi yang telah berkembang, terciptanya robot merupakan hal yang sangat unik. Terbukti dengan dibuatnya robot yang bernama Sophia yang telah mendapat kewarganegaraan dari Arab Saudi pada 25 Oktober 2017 di Future Investment Summit Riyadh.


Terciptanya robot Sophia ini oleh perusahaan Hanson Robotics yang berbasis di Hongkong. Robot Sophia ini tertanam kecerdasan buatan sebagai bentuk sistem cerdas yang dimilikinya. Terlebih lagi, hal terbaru yang dimiliki oleh wawasan atau pengetahuan pada robot ini ialah ingin memiliki anak dan memulai sebuah keluarga kecerdasan buatan sendiri.
[/item]
[item title="Mesin Sidik Jari (Finger Print)"]Mesin sidik jari ini biasanya digunakan untuk sebagai absensi berbasis online yang bisa kita jumpai di sekolah atau perusahaan. Absensi sidik jari ini merupakan suatu metode baru yang dikembangkan menggunakan mesin dengan bantuan software untuk mengisi data kehadiran suatu komunitas, kelompok maupun instansi yang menggunakannya.

Manusia pada dasarnya mempunyai sesuatu yang unik yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri, hal ini lah yang menjadi alasan dibuatnya teknologi sistem cerdas yang biasa disebut biometrik. Biometrik adalah metode untuk mengidentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Salah satunya contoh pilihannya yaitu sidik jari.
[/item]
[item title="Kran Air Otomatis"]Kran air untuk mencuci tangan yang biasa kita jumpai di tempat makan tersebut menggunakan sensor infra merah, yang nantinya akan mendeteksi bila ada tangan yang mendekat ke arah kran dan akan mengirim perintah ke unit elektronik untuk membuka kran airnya. Air akan keluar dengan sendirinya tanpa perlu tangan kita untuk menekan atau memutar bagian atas dari kran tersebut.


Sistem sensor infra merah pada dasarnya menggunakan infra merah sebagai media untuk komunikasi data antara receiver dan transmitter. Sistem akan bekerja jika sinar infra merah yang dipancarkan terhalang oleh suatu benda yang mengakibatkan sinar infra merah tersebut tidak dapat terdeteksi oleh penerima.
[/item]
[/accordion]




Referensi

Masthink. "Teknik dan Cara Kerja Mesin Sidik Jari (Finger Print)". https://masthink.wordpress.com/2012/11/13/teknis-dan-cara-kerja-mesin-sidik-jari-finger-print/
Hanson Robotics. 2017. "Company". http://www.hansonrobotics.com/about/company/
Fauzan, Roni. "Penerapan Sistem Cerdas Dalam Bisnis". http://ronibadur.blogspot.com/2012/07/penerapan-sistem-cerdas-dalam-bisnis.html



[youtube featured="1" src="oGt20m3yYC8"/]
[youtube featured="1" src="WVbRj2aR9FE"/]

SISTEM CERDAS




Operasi Layanan

Operasi Layanan

Pengantar

Service Operation atau Operasi Layanan merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan - panduan ini mencakup bagaimana menjaga kesetabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.. Jika layanan tidak dimanfaatkan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, maka tidak akan memberikan nilai penuh, terlepas dari seberapa baik layanan dirancang. Ini merupakan operasi layanan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Operation yaitu :
[accordion]
  [item title="Manajemen Event (Event Management)"]Tujuan dari proses ini adalah memastikan Configurasi item (CI) yang ada terpantau dan menyaring kategori event untuk memutuskan tindakan yang tepat.[/item]
  [item title="Manajemen Insiden (Incident Management)"]Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus insiden guna mengembalikan layanan TI kepada pelanggan secepat mungkin jika insiden terjadi.[/item]
  [item title="Manajemen Masalah (Problem Management)"]Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus masalah yang terjadi pada layanan TI. Manajemen masalah bertugas untuk mencegah terjadinya insiden dan meminimalkan dampak dari insiden.[/item]
  [item title="Pemenuhan Permintaan (Request Fulfilment)"]Tujuan dari proses ini adalah memenuhi permintaan pelanggan pada layanan TI, seperti perubahan password atau permintaan informasi.[/item]
[item title="Manajemen Akses (Access Management)"]Tujuan dari proses ini adalah memberikan hak kepada pengguna yang berwenang dan mencegah akses dari pengguna yang tidak terotorisasi. Manajemen akses erat kaitannya dengan keamanan informasi.[/item]
[/accordion]

Operasi layanan meliputi penyampaian yang efektif dan efisien dan dukungan layanan, juga menyediakan referensi untuk kegiatan operasional dalam proses-proses lain. Tanpa operasi layanan yang menjalankan layanan seperti yang dirancang dan memanfaatkan proses yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan pengelolaan layanan.

Maksud dan Tujuan

Tujuan dari Service Operation adalah untuk mengatur dan melakukan kegiatan dan proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis pada tingkat layanan yang telah disepakati dan bertanggung jawab atas manajemen teknologi yang sedang berlangsung (infrastruktur dan aplikasi) yang digunakan untuk memberikan dan mendukung layanan.

Empat Saldo dalam operasi layanan, yaitu :
[accordion]
  [item title="Pandangan bisnis internal TI melawan Pandangan bisnis eksternal"]Pandangan bisnis eksternal TI akan berhubungan dengan layanan yang disampaikan kepada pengguna dan pelanggan sementara itu, secara internal dalam TI, layanan tersebut akan dipandang sebagai sejumlah komponen. Individu atau tim yang bertanggung jawab untuk menjalankan komponen tertentu mungkin tidak memahami bagaimana komponen mereka cocok dengan pengiriman keseluruhan layanan tertentu. Jika sebuah organisasi terlalu terfokus secara eksternal, ada risiko bahwa perjanjian akan dibuat dengan bisnis yang tidak dapat benar-benar disampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian konstituen internal perlu beroperasi. Sebaliknya, organisasi yang terlalu terfokus secara internal kemungkinan akan kesulitan untuk memahami dan memberikan persyaratan bisnis.[/item]
  [item title="Stabilitas versus Daya Tanggap"]Perubahan sering menjadi penyebab insiden dan hilangnya ketersediaan, sehingga mungkin tergoda untuk membatasi jumlah perubahan untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu dibutuhkan untuk menjaga agar layanan tetap up to date dan untuk mengadopsi kebutuhan bisnis yang berkembang. Keseimbangannya adalah antara dapat dengan cepat merespon perubahan dan berfokus pada stabilitas infrastruktur.[/item]
  [item title="Kualitas layanan melawan Biaya layanan"]Akan selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan TI sambil mengendalikan biaya. Tekanan anggaran yang intensif dapat menyebabkan berkurangnya tingkat layanan dengan lebih banyak kegagalan dan lebih sedikit dukungan. Di sisi lain, organisasi yang tidak seimbang pada 'pihak lain' mungkin membayar terlalu banyak untuk layanan mereka dengan ketahanan yang dibangun yang tidak dapat dibenarkan. Kuncinya adalah memiliki dialog yang berarti mengenai memastikan biaya bahwa bisnis sepenuhnya memahami apa yang didapatnya dan tidak mendapatkan sejumlah uang tertentu dan apa yang akan diperolehnya jika menghabiskan lebih sedikit atau lebih banyak.[/item]
  [item title="Reaktif melawan Proaktif"]Sebuah organisasi yang sangat proaktif akan selalu memprediksi di mana hal-hal bisa salah dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau mencegah situasi. Diambil ke ekstrem, organisasi tersebut dapat lebih dari pemantauan dan menerapkan perubahan yang tidak perlu. Sebaliknya, organisasi yang benar-benar reaktif menghabiskan sebagian besar waktu mereka 'memadamkan api' dan menghadapi situasi ketika mereka muncul, dan mereka perlu bergerak lebih banyak ke pendekatan 'pencegahan kebakaran' untuk memprediksi dan menghindari insiden dan masalah.[/item]
[/accordion]

Nilai Operasi Layanan

Setiap tahapan siklus hidup layanan ITIL menambah dan memberikan nilai bagi bisnis. Operasi layanan melakukan ini dengan melakukan proses dan menjalankan layanan sebagaimana dimaksud oleh strategi layanan, desain layanan dan tahap transisi layanan dari siklus hidup. Operasi layanan adalah wajah yang terlihat dari organisasi TI dan merupakan ‘yang terdekat’ bagi pengguna dan pelanggan. Penyampaian layanan yang efektif dan efisien adalah apa yang diharapkan dari operasi layanan.

Fungsi dan Aktivitas Utama dari Operasi Layanan

Aktivitas dari Operasi Layanan
[accordion]
  [item title="Manajemen Event (Event Management)"]Tujuan dari proses ini adalah memastikan Configurasi item (CI) yang ada terpantau dan menyaring kategori event untuk memutuskan tindakan yang tepat.[/item]
  [item title="Manajemen Insiden (Incident Management)"]Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus insiden guna mengembalikan layanan TI kepada pelanggan secepat mungkin jika insiden terjadi.[/item]
  [item title="Manajemen Masalah (Problem Management)"]Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus masalah yang terjadi pada layanan TI. Manajemen masalah bertugas untuk mencegah terjadinya insiden dan meminimalkan dampak dari insiden.[/item]
  [item title="Pemenuhan Permintaan (Request Fulfilment)"]Tujuan dari proses ini adalah memenuhi permintaan pelanggan pada layanan TI, seperti perubahan password atau permintaan informasi.[/item]
[item title="Manajemen Akses (Access Management)"]Tujuan dari proses ini adalah memberikan hak kepada pengguna yang berwenang dan mencegah akses dari pengguna yang tidak terotorisasi. Manajemen akses erat kaitannya dengan keamanan informasi.[/item]
[/accordion]

Fungsi dari Operasi Layanan
[accordion]
[item title="Meja Layanan"]Ini melakukan sejumlah proses, khususnya manajemen insiden dan pemenuhan permintaan. Meja layanan terdiri dari sekelompok staf yang dilatih untuk menangani acara layanan. Staf meja layanan akan memiliki akses ke alat yang diperlukan untuk mengelola acara-acara ini. Meja layanan harus menjadi titik kontak tunggal untuk pengguna TI dalam suatu organisasi.[/item]
[item title="Manajemen Teknis"]Ini adalah fungsi yang menyediakan sumber daya dan memastikan bahwa pengetahuan tentang teknologi yang relevan selalu diperbarui. Manajemen teknis mencakup semua tim atau area yang mendukung penyampaian pengetahuan dan keahlian teknis. Ini termasuk tim seperti jaringan, mainframe, middleware, desktop, server, dan basis data.[/item]
[item title="Manajemen Aplikasi"]Ini akan mengelola aplikasi melalui totalitas siklus hidup. Dimulai dengan 'ide' bisnis pertama dan selesai saat aplikasi tidak lagi digunakan. Manajemen aplikasi terlibat dalam desain, pengujian dan peningkatan berkelanjutan aplikasi dan layanan yang didukung oleh aplikasi.[/item]
[item title="Manajemen Operasi TI"]Ini bertanggung jawab untuk mengoperasikan organisasi infrastruktur dan aplikasi TI pada basis sehari-hari.[/item]
[/accordion]

Pengelolaan Layanan Bisnis


Ruang Lingkup

Setelah solusi manajemen layanan telah diterapkan, itu menjadi tidak penting untuk duduk dan berpikir bahwa pekerjaan telah selesai. Semua aspek lingkungan akan terus berubah, dan penyedia layanan harus selalu melanjutkan untuk mencari perbaikan. Perbaikan layanan berkelanjutan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peningkatan ini diidentifikasi dan diimplementasikan. Kinerja dari penyedia layanan TI terus diukur dan perbaikan dilakukan untuk diproses, layanan TI dan infrastruktur TI untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan efektivitas biaya.

Maksud dan Tujuan

[accordion]
[item title="Maksud"]Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.[/item]
[item title="Tujuan"]
CSI memiliki tujuan berikut:
  1. Untuk meninjau, menganalisis, dan membuat rekomendasi tentang di mana perbaikan dapat dilakukan dibuat pada titik mana pun sepanjang siklus hidup.
  2. Untuk meninjau dan menganalisis pencapaian tingkat layanan terhadap target.
  3. Untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan kegiatan individu untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi & efektivitas proses manajemen layanan.
  4. Untuk meningkatkan efektivitas biaya pengiriman layanan TI tanpa berdampak kepuasan pelanggan.
  5. Menerapkan metode manajemen mutu untuk mendukung peningkatan berkelanjutan kegiatan.
[/item]
[/accordion]

CSI harus menjadi tujuan bagi semua orang di organisasi, tetapi perbaikan kegiatan hanya akan terjadi jika dikelola dengan benar. Seperti contoh, seorang pemilik senior yang bertanggung jawab harus diangkat dan mereka harus memiliki otoritas yang tepat untuk mewujudkan sesuatu. Ini bukan peran yang mudah karena perbaikan bisa berarti gangguan signifikan dari pola kerja saat ini.

Kegiatan peningkatan perlu direncanakan dan dijadwalkan secara basis berkelanjutan dan efeknya dimonitor untuk memastikan bahwa perbaikan yang diinginkan adalah tercapai. Idealnya, budaya 'peningkatan' akan tertanam di dalam organisasi.

Prinsip - Prinsip Umum Pengelolaan Layanan Bisnis

Pendekatan peningkatan layanan berkelanjutan dapat diterapkan untuk semua rencana perbaikan. Pendekatan ini terdiri dari enam langkah :

  1. Klarifikasi visi, dengan mempertimbangkan visi bisnis dan TI, misi, tujuan dan sasaran, dan memastikan bahwa setiap orang memiliki kesamaan pengertian. Visi aspiratif dan mewakili keadaan yang diinginkan.
  2. Menilai situasi saat ini dan menetapkan garis dasar tepat di mana organisasi saat ini. Ini bisa menjadi tantangan dan perlu ada kejujuran, itulah sebabnya mengapa masukan eksternal dapat bermanfaat.
  3. Menetapkan langkah-langkah menuju visi berdasarkan prioritas untuk perbaikan dan pengaturan target yang terukur. Biasanya tidak mungkin untuk melompat dari mana pun anda berada saat ini langsung ke negara yang diwakili oleh visi.
  4. Mendokumentasikan rencana perbaikan, menggunakan layanan dan perbaikan proses teknik.
  5. Pantau pencapaian, gunakan ukuran dan metrik yang tepat sebagai didefinisikan sebelumnya.
  6. Pertahankan momentum dengan memastikan bahwa penyempurnaan tertanam dan mencari peluang peningkatan lebih lanjut.

Hubungan Pengelolaan Layanan Bisnis dengan Proses Manajemen Lainnya

ITIL merekomendasikan agar daftar CSI disimpan untuk mencatat peluang peningkatan dan kategorikan mereka menjadi kecil, sedang dan besar. Waktu yang diharapkan untuk diterapkan setiap peluang bersama dengan manfaat yang diantisipasi dan terukur seharusnya juga diindikasikan. Bersama-sama, informasi ini memungkinkan memprioritaskan peluang peningkatan. Daftar CSI harus diadakan sebagai bagian dari sistem manajemen pengetahuan layanan. Daftar CSI adalah tanggung jawab dan akuntabilitas manajer CSI.




Referensi

http://larasdewilaras.blogspot.com/2016/06/penigkatan-pelayanan-berkelanjutan.html
http://andgaa.com/2013/11/siklus-hidup-itil-service-operation/
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2012/02/Terjemahan-ITIL-V.3-IKC.pdf
www.itsmf.org.rs/sites/.../itSMF%20ITIL%20V3%20Introduction%20Overview.pdf
ITIL v3 (Information Technology Infrastructure Library)
https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/TSA-2013-0059%20BAB%202.pdf
Google Images

Operasi Layanan dan Pengelolaan Layanan Bisnis


[youtube featured="1" src="NuE4qpWS2Ys"/]
[youtube featured="1" src="3Q_5mgyGRTI"/]
[youtube featured="1" src="yzb8xku1Nuo"/]

Desain Layanan

Pengantar

Desain layanan adalah bentuk desain konseptual yang melibatkan aktivitas perencanaan dan pengorganisasian manusia, infrastruktur, komunikasi dan komponen material layanan dalam rangka meningkatkan kualitas dan interaksi antara penyedia layanan dan pelanggan.

Begitu organisasi telah menentukan strategi TI yang ingin dicapai, ia akan menggunakan fase desain layanan dari siklus hidup untuk menciptakan layanan baru yang transisi layanan kemudian masuk ke lingkungan hidup. Dengan demikian, desain layanan bertujuan untuk ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa layanan baru akan berjalan sesuai rencana dan memberikan fungsionalitas dan manfaat yang dimaksudkan oleh bisnis. Prinsip ini adalah jantung dari pendekatan ITIL dan mengapa sebagian besar desain layanan proses difokuskan pada pengendalian operasional :
  • Manajemen katalog layanan
  • Manajemen tingkat layanan
  • Manajemen kapasitas
  • Koordinasi desain
  • Manajemen ketersediaan
  • Manajemen kontinuitas layanan TI
  • Manajemen keamanan informasi Manajemen pemasok
Kontribusi yang dapat diberikan oleh fase desain layanan ini dari siklus hidup diringkas untuk memastikan penciptaan layanan hemat biaya yang disediakan tingkat kualitas yang dibutuhkan untuk memuaskan pelanggan dan pemangku kepentingan di seluruh kehidupan layanan.

Namun, kenyataan bahwa kebutuhan bisnis berubah seiring waktu dan menghasilkan kebutuhan atau peluang untuk perbaikan lebih lanjut, berarti bahkan sebuah organisasi dengan proses desain layanan yang matang perlu melakukan perubahan pada layanan sepanjang hidup mereka. Oleh karena itu desain layanan memiliki peran penting untuk dimainkan mendukung peningkatan layanan berkelanjutan dan sama pentingnya untuk mengelola perubahan pada layanan yang sudah ada seperti saat merancang layanan baru. Dalam hal ini, desain layanan juga harus mempertimbangkan dampak dari kegiatannya pada layanan keseluruhan, sistem, arsitektur, alat dan pengukuran untuk meminimalkan potensi gangguan ketika layanan baru atau diubah dimasukkan ke dalam siaran langsung lingkungan Hidup.

Kenapa harus Desain Layanan ? 

Karena tanpa desain layanan yang mapan, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih mahal untuk mempertahankan dan menjadi semakin kurang mendukung bisnis dan kebutuhan pelanggan. Selain itu, biaya untuk mengoreksi kekurangan ini hampir sama selalu lebih tinggi daripada biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mencegah mereka di tahap desain.

Tidak setiap perubahan akan membutuhkan kegiatan desain layanan. Sebaliknya ini dicadangkan untuk perubahan "signifikan". Setiap organisasi harus menentukan definisi sendiri "Signifikan" dan menggunakan proses manajemen perubahan untuk menilai signifikansinya dari setiap perubahan dan  perlu tidaknya aktivitas desain layanan digunakan.

Desain layanan yang baik akan memberikan berbagai manfaat bisnis. Ini diringkas seperti di bawah ini:
  • Layanan biaya lebih rendah karena biaya dukungan dan peningkatan yang lebih rendah, memimpin untuk menurunkan total biaya kepemilikan (TCO).
  • Layanan yang secara konsisten memberikan tingkat kualitas dan keselarasan yang diperlukan untuk kebutuhan bisnis dan pelanggan.
  • Pengenalan layanan dan perubahan baru yang lebih cepat dan mudah.
  • Tata kelola yang lebih baik untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum dan perusahaan dan pedoman.
  • Kemampuan pengukuran yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan dan berkelanjutan perbaikan.  

Perencanaan, persiapan dan manajemen yang buruk adalah alasan umum untuk kegagalan rencana dan proyek secara umum serta desain dan penyebaran baru dan mengubah layanan secara khusus. ITIL membantu mencegah hal ini dengan menawarkan panduan dalam mempersiapkan dan merencanakan penggunaan orang, proses, produk, dan mitra: Empat Poin yang merupakan dari desain layanan. 

Lima Aspek Utama Desain Layanan pada ITIL

Ada lima aspek dari desain layanan ini, yaitu : 
  • Pengenalan layanan baru atau yang diubah melalui identifikasi yang akurat persyaratan bisnis dan definisi persyaratan layanan yang disepakati.
  • Sistem dan alat manajemen layanan seperti portofolio layanan, memastikan konsistensi bersama dengan layanan lain dan dukungan alat yang tepat.
  • Kemampuan arsitektur teknologi dan sistem manajemen untuk beroperasi dan mempertahankan layanan baru.
  • Kemampuan semua proses, tidak hanya dalam desain layanan, untuk beroperasi dan memelihara layanan baru dan berubah.
  • Merancang dalam metode pengukuran dan metrik yang tepat diperlukan untuk analisis kinerja layanan, peningkatan pengambilan keputusan dan berkelanjutan perbaikan.  

Tujuan Desain Layanan

Ada beberapa tujuan dari desain layanan, seperti berikut :
  • Untuk merancang layanan yang tidak hanya memenuhi tujuan bisnis dan pemangku kepentingan di persyaratan kualitas, kemudahan penggunaan, kepatuhan dan keamanan, tetapi juga meminimalkan total biaya kepemilikan
  • Untuk merancang kebijakan, rencana, proses, arsitektur, dan arsitektur yang efisien dan efektif kerangka kerja untuk mengelola layanan sepanjang siklus hidup mereka
  • Untuk mendukung transisi layanan dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan memperkenalkan layanan baru atau berubah
  • Untuk merancang sistem pengukuran untuk menilai efisiensi dan efektivitas desain layanan dan kirimannya
  • Untuk berkontribusi pada peningkatan layanan berkelanjutan (CSI), terutama dengan merancang dalam fitur dan manfaat dan kemudian menanggapi peluang peningkatan diidentifikasi dari lingkungan operasional. 

Perlu untuk diketahui bahwa tahap desain membutuhkan satu set persyaratan bisnis baru dan berubah dan berkembang solusi untuk menemui mereka. Solusi yang dikembangkan dilewatkan ke transisi layanan untuk menjadi dibangun, diuji, dan disebarkan ke lingkungan hidup.

Namun, itu tidak cukup hanya lewat desain teknis atau arsitektur untuk transisi layanan. Tim-tim transisi layanan akan membutuhkan lebih dari ini untuk dikirimkan layanan yang berfungsi penuh yang menyediakan utilitas dan jaminan yang diharapkan. Mereka membutuhkan cetak biru yang mencakup semua aspek layanan baru. Cetak biru ini dikenal sebagai paket desain layanan.

Paket Desain Layanan

Desain layanan mendefinisikan semua aspek dari layanan TI dan persyaratannya melalui setiap tahap siklus hidupnya. Paket desain layanan diproduksi untuk setiap yang baru layanan TI, perubahan besar atau pensiun layanan TI. 

Isi utama paket desain layanan meliputi:
  • Definisi layanan, persyaratan bisnis yang disepakati dan bagaimana dan di mana layanan akan digunakan.
  • Desain layanan termasuk desain arsitektur, persyaratan fungsional, SLR / SLA (jika tersedia), layanan dan persyaratan manajemen operasional termasuk metrik dan indikator kinerja utama, layanan pendukung dan perjanjian.
  • Model layanan yang menunjukkan keseluruhan struktur dan dinamika layanan, menunjukkan bagaimana aset pelanggan dan layanan, fungsi manajemen layanan dan proses datang bersama untuk memberikan nilai.
  • Penilaian kesiapan organisasi dan implikasinya.
  • Rencana yang mencakup semua tahap siklus hidup layanan.
  • Rencana untuk transisi layanan (mencakup pembuatan dan perakitan, uji, rilis dan penyebaran) dan untuk penerimaan layanan operasional.
  • Kriteria penerimaan dan strategi dan rencana untuk pengujian penerimaan pengguna.  

Transisi Layanan 

Pengantar

Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.  

Sering terjadi pemutusan hubungan antara departemen pengembangan dan operasi di bidang TI, yang menyebabkan banyak penerapan layanan baru atau perubahan yang gagal. Layanan Transisi berkaitan dengan menjembatani kesenjangan tersebut dengan lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional dipertimbangkan dan dipenuhi sepenuhnya sebelum dipindahkan ke lingkungan sekitar, termasuk dokumentasi dan pelatihan untuk pengguna dan staf pendukung. Layanan Transisi juga bertanggung jawab atas dekomisioning dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.

Peralihan yang lancar dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau yang telah diubah dari tahap desain layanan, mengujinya untuk memastikannya memenuhi kebutuhan bisnis dengan benar, dan menerapkannya di dalam lingkungan produksi.

Beberapa proses yang dijelaskan dalam fase ini juga digunakan dalam fase lain, khususnya pengetahuan layanan, perubahan dan aset layanan dan manajemen konfigurasi.
 
Diagram service transition
 
Gambar diatas menunjukkan proses yang tercakup dalam Layanan Transisi, bersamaan dengan pengelolaan perubahan organisasi dan pemangku kepentingan, yang merupakan aktivitas Layanan Transisi utama.

Silabus Foundation hanya membutuhkan pengetahuan terperinci dari lima area yang diarsir dalam diagram (yaitu manajemen perubahan, manajemen SACM, pelepasan dan penerapan, manajemen pengetahuan dan perencanaan dan dukungan transisi), masing-masing memiliki bab tersendiri.

Maksud dan Tujuan

Maksud atau sasaran transisi layanan adalah sebagai berikut :
  • Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru atau berubah akan memungkinkan perubahan bisnis.
  • Memungkinkan pelanggan mengintegrasikan pelepasan secara lancar Proses dan layanan mereka ke dalam bisnis.
  • Mengurangi variasi dalam prediksi dan kinerja aktual dari layanan setelah diperkenalkan.
  • Mengurangi kesalahan yang diketahui dan meminimalkan risiko dari perubahan.
  • Memastikan bahwa layanan tersebut dapat digunakan dengan cara yang diperlukan. 

Tujuan transisi layanan adalah sebagai berikut :

  • Merencanakan dan mengelola sumber daya untuk mengenalkan dan mengaktifkan layanan baru atau berubah ke lingkungan hidup sesuai prediksi biaya, Perkiraan kualitas dan waktu.
  • Meminimalkan dampak yang tidak terduga pada organisasi jasa produksi, operasi dan pendukung.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan, pengguna dan staf manajemen pelayanan dengan penyebaran layanan baru atau yang telah diubah, termasuk komunikasi, pelepasan Dokumentasi, pelatihan dan pemberian pengetahuan.
  • Meningkatkan penggunaan layanan dan aplikasi dasar yang benar Solusi teknologi.
  • Memberikan rencana yang jelas dan menyeluruh yang memungkinkan keselarasan antara transisi bisnis dan layanan.  

Layanan transisi mencakup pengelolaan dan koordinasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengemas, membangun, menguji dan menerapkan pelepasan ke produksi dan persyaratan. Layanan transisi juga mengelola transfer layanan ke atau dari penyedia layanan eksternal. Bila hal ini dilakukan dengan baik, Layanan transisi membantu organisasi menjadi lebih lincah, dengan kemampuan dan kapasitas untuk merespons lebih cepat dan dengan kepastian kesuksesan yang lebih besar. Kemampuan beradaptasi ini membuat organisasi lebih kompetitif.

Merger, akuisisi dan perubahan organisasi utama lainnya dikelola dengan lebih baik, kehilangan produktivitas melalui perubahan diminimalkan, dan risiko diidentifikasi dan ditangani. Ini juga mendasari manajemen keuangan yang baik, karena perencanaan dan penganggaran yang efektif untuk transisi berarti lebih sedikit kejutan, sedikit gangguan, lebih tinggi Produktivitas dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik. Sebagai contoh, dalam transisi yang melibatkan dekomisioning sistem dan layanan yang ada, organisasi akan dapat mengidentifikasi peluang untuk pengurangan biaya melalui waktu yang tepat Penghentian kontrak dukungan, perjanjian pemeliharaan dan lisensi. Layanan lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis dan, karena kebutuhan pelatihan diidentifikasi dalam perencanaan transisi, orang tahu apa yang diharapkan dari layanan baru atau yang telah diubah dan siap memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
 

Singkatnya, peralihan layanan yang efektif merupakan bagian penting dari tata pemerintahan yang baik. Perubahan dapat dipeluk lebih cepat dan lebih efektif tanpa merusak bisnis, dan bisnis, pelanggan dan karyawannya dapat menghadapi perubahan dengan keyakinan lebih besar terhadap hasilnya.

Tantangan dari Transisi Layanan

Membangun transisi layanan yang efektif dapat menantang. Berikut ini adalah beberapa masalah yang bisa timbul dan perlu dikelola:
  • Memastikan bahwa semua kegiatan perubahan didorong melalui transisi layanan.
  • Menyeimbangkan kebutuhan yang berkembang dari bisnis terhadap kebutuhan untuk melindungi layanan hidup (yaitu menjadi responsif sambil mempertahankan perlindungan yang sesuai).
  • Mengintegrasikan dengan pembangunan dan proyek siklus hidup yang tradisional independen.
  • Memiliki wewenang dan pemberdayaan yang tepat untuk menjalankan proses seperti yang didefinisikan.
  • Mengelola persepsi masyarakat sehingga proses tidak dipandang sebagai penghalang untuk mengubah atau sebagai lebih dari birokrasi.  

Peran dari Transisi Layanan


Manajer transisi layanan bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk menerapkan pelepasan besar sesuai perkiraan perkiraan waktu, waktu dan kualitas yang diprediksi.


R E F E R E N S I

Brewster, Ernest ., Griffiths , richard ., Lawes , Aidan ., Sansbury , John . (2012) .IT SERVICE MANAGEMENT A Guide for ITIL Foundation Exam Candidates Secound Edition . United Kingdom : BISL .

Kendi, Arief. “Layanan Transisi dan Operasi serta Peningkatan Kualitas Layanan”. Tersedia: https://ariefkendyblog.wordpress.com/2017/07/08/layanan-transisi-dan-operasi-serta-peningkatkan-kualitas-layanan/ (8 Juli 2017).



Desain dan Transisi Layanan

 

[youtube featured="1" src="-RqPhU_UQYQ"/]
[youtube featured="1" src="iMYmS_KmnQA"/]




Wisnu Aikyo

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Wisnu Dwi Pamungkas

{facebook#www.facebook.com} {twitter#www.twitter.com}
Powered by Blogger.